Jakarta, 9 September 2026 — Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) menggelar Sarasehan bertajuk “RRI Kemarin, Kini, dan Nanti” dalam rangka memperingati HUT ke-81 RRI, Rabu (9/9/2026). Kegiatan ini menjadi ruang refleksi perjalanan RRI sekaligus membahas strategi menghadapi tantangan era digital.
Sarasehan menghadirkan I Hendrasmo, Direktur Utama LPP RRI; Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI; Dr. Muhammad Qodari, S.Psi., M.A., Kepala Badan Komunikasi RI; Irawan Ronodipuro, putra Jusuf Ronodipuro; serta Paulus Widyanto, pengamat media.
Dalam diskusi, para narasumber menekankan bahwa RRI bukan sekadar lembaga penyiaran, melainkan bagian dari sejarah perjuangan bangsa. Irawan Ronodipuro mengingatkan kembali semangat perjuangan yang menjadi landasan berdirinya RRI melalui komitmen “Sekali di Udara, Tetap di Udara.”
Memasuki era digital, RRI didorong untuk melakukan perubahan paradigma agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat. Transformasi tidak hanya diarahkan pada penguatan siaran radio, tetapi juga pengembangan RRI sebagai media publik multi-platform yang hadir melalui media sosial, podcast, serta memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Tantangan transformasi digital turut menjadi perhatian Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria. Ia menyoroti disrupsi yang ditimbulkan oleh platform global, termasuk pengaruh algoritma terhadap arus informasi. RRI perlu memahami cara kerja algoritma agar tetap mampu menjaga integritas informasi dan mencegah terbentuknya echo chamber atau ruang informasi yang hanya memperkuat pandangan tertentu.
Sementara itu, Paulus Widyanto menekankan pentingnya menjaga jati diri RRI melalui paradigma “Indonesian Way”. Menurutnya, pengembangan konten dan teknologi harus tetap berlandaskan kedaulatan budaya serta mampu menghadirkan resonansi kebangsaan bagi masyarakat Indonesia.
Peran RRI dalam mendukung komunikasi publik juga menjadi bagian penting dalam sarasehan. Dr. Muhammad Qodari, S.Psi., M.A. sebagai Kepala Badan Komunikasi RI menyampaikan bahwa RRI memiliki posisi strategis dalam mengomunikasikan program pemerintah sekaligus menjadi sumber informasi yang kredibel di tengah maraknya disinformasi.
Ke depan, RRI berkomitmen untuk terus meningkatkan kepercayaan publik (public trust), relevansi, dan dampak bagi masyarakat Indonesia. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sumber daya manusia (human capital) serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang menjadi identitas RRI sebagai media publik.
Sarasehan ini menegaskan bahwa perjalanan RRI selama 81 tahun tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga menjadi pijakan untuk menghadapi masa depan. Dengan memadukan semangat perjuangan, inovasi teknologi, dan nilai keindonesiaan, RRI diharapkan terus hadir sebagai media publik yang informatif, terpercaya, dan dekat dengan masyarakat.